Yuk Kita Lihat Dulu Definisi Kegemukan

obat pelangsing

Kebanyakan dari kita mendefinisikan kegemukan itu adalah kelebihan berat badan. Padahal, belum tentu! Para atlet binaraga pun berat badannya sangat besar, tapi mereka tidak dikategorikan gemuk.

Nah, selain mencari obat pelangsing, Ada baiknya Anda ukur dulu tingkat kegemukan Anda. Untuk menentukan Anda termasuk gemuk atau tidak, bisa menggunakan empat cara. Gini caranya:

  1. Lingkar Perut

Kenapa lingkar perut yang diukur? Karena ini adalah salah satu area yang dapat menyimpan banyak lemak dalam tubuh.

Batas normal lingkar pinggang/perut laki-laki adalah kurang dari 90 Cm, sedangkan untuk perempuan normalnya kurang dari 80 Cm. Nah, kalau lingkar pinggang Anda lebih dari batas normal itu, anda harus hati-hati, karena anda sudah masuk kriteria obesitas.

  1. BMI (Body Mass Index)/Indeks Masa Tubuh

Parameter BMI adalah :

Rumus BMI = Berat badan/ (tinggi badan x tinggi badan).

Misalnya:

  • Berat badan 67 Kg
  • Tinggi badan 156 cm ( 1,56 m)
  • Nilai BMI Anda = 67/(1,56 x 1,56) = 27, 53. Itu artinya Anda mengalami obesitas.
  1. Rumus Broca

Rumus Brosca atau rumus perbandingan berat badan dan tinggi badan adalah untuk menghitung berapa seharusnya berat badan Anda.

Begini rumusnya:

  • Pria

Untuk menghitung berat badan normal pria adalah, tinggi badan – 100 = berat normal. Nah, normal belum tentu ideal, perhitungan berat badan ideal pria adalah 90% dari berat normal tadi. Contoh, jika seorang pria tingginya 173, berarti berat badan normalnya adalah 173 – 100 = 73 Kg, sedangkan berat badan idealnya adalah 90% x 73 = 65,7 Kg.

  • Wanita

Untuk menghitung berat badan normal wanita, sama dengan pria. Namun, untuk menghitung berat badan ideal wanita rumusnya adalah, tinggi badan – 100 x 85%. Misalkan, seorang wanita tinggi badannya adalah 160 cm, maka berat badan idealnya adalah 165 – 100 x 85% = 55,25 Kg

(*Note : Rumus BMI dan brosca tidak cocok untuk menghitung berat ideal anak-anak, pria berotot/binaragawan dan orang tua)

  1. Mengukur Body Fat/Lemak Tubuh

Khusus untuk cara yang ini, Anda harus menggunakan alat untuk mengukur kadar lemak dalam tubuh. Ada pun parameter body fat yang normal adalah :

Biasanya, sixpack sudah mulai terlihat dengan body fat pria dibawah 15%, dan wanita 22%

Nah tuh, coba sekarang hitung deh berat badan masing-masing. Jadi, jangan ngaca sambil kepedean dan bilang “santai, saya belum gemuk, tubuh saya ideal”. Hitung dengan benar!

Dari semua metode pengukuran di atas, yang paling mewakili semangat di buku ini adalah proporsi antara body fat dengan massa otot. Bukan sekedar body fat kecil lho ya. Karena, banyak juga di lapangan saya temui body fat-nya rendah, missal beberapa teman saya, laki-laki body fat bisa 10% sampai 12% tapi ternyata penampakan ceking ya wajar aja body fat-nya rendah. Bagus gak kalo kerempeng gitu? Gak bagus juga kan…

Yang benar adalah body fat rendah tapi masa ototnya juga bagus lah, alias nggak ceking sehingga tampak atletis.

Agak berbeda jika anda mau lebih ekstrim lagi, masuklah ke rentang atlet. Kalau anda mau seperti atlet maka kejar body fat lebih rendah dengan BMI lebih besar.

Misal, BMI 25,0 (masuk ke rentang obesitas tingkat 1), jika hanya melihat berdasar BMI aja, maka atlet tersebut masuk kategori obesitas tingkat 1.

Jadi menurut pandangan ahli, BMI tidak bisa berdiri sendiri. Bayangkan seorang pria tinggi 180 cm, dengan berat badan 100 kg, apakah pria tersebut termasuk obesitas? Ini tergantung kandungan body fatnya.

Kesimpulannya, kombinasi BMI dan body fat, terlepas dari tujuan anda mau jadi atlet atau hanya ingin sehat sekaligus punya tubuh yang bagus secara estetik.