Akhyar Nasution, Dari Walikota Medan Hingga Bergabung Dengan Parta Oposisi

1

Sebagai penerus dari Dzulmi Eldin, Akhyar Nasution berhasil menjadi seorang walikota Medan dari tahun 2019 hingga 2021, yang kemudian digantikan oleh Bobby Nasution.

Meskipun tersungkur dari partai yang membesarkannya pada saat pemilihan Wali Kota Medan dan harus menyerahkan jabatannya tersebut kepada sang rival, akan tetapi Akhyar Nasution jauh lebih terkenal di mata masyarakat karena sudah lebih lama malang melintang di dunia politik.

Di akhir masa jabatannya pada bulan Februari 2021 lalu, Akhyar Nasution sempat mengucapkan selamat tinggal kepada para pejabat dan masyarakat kota Medan, terutama kepada penduhulunya yang ia hormati, yaitu Dzulmi Eldin.

Selepas masa jabatannya tersebut berakhir, Akhyar Nasution kemudian mengaku bahwa satu-satunya harta yang ia miliki selama menjabat sebagai walikota adalah motor trail kesayangannya.

Ia pun kemudian berniat untuk tetap aktif di partai setelah kelengserannya sebagai walikota Medan, sambil melakukan kegiatan pribadi yang bersifat sosial.

Akhyar Nasution sendiri memulai karirnya di dunia politik pada tahun 1994 sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia dan berhasil masuk ke dalam jajaran pengurusan setahun kemudian.

Berkat kinerjanya yang baik, Akhyar Nasution kemudian berhasil mendapatkan kursi DPRD kota Medan selama 5 tahun, dari 1999 hingga 2004.

Selang beberapa tahun kemudian, namanya kembali bersinar di publik setelah dipasangkan dengan Dzumi Eldin untuk pemilihan Walikota Medan di tahun 2015.

Namun dikarenakan Dzulmi Eldin yang saat itu menjabat sebagai Walikota Medan terkena kasus dugaan korupsi, maka pada akhirnya Akhyar Nasution yang asalnya seorang wakil, kemudian secara otomatis menjabat sebagai ketua walikota Medan yang baru.

Akhyar Nasution menjalankan tugasnya tersebut hingga Februari 2021 setelah dikalahkan oleh rivalnya, Bobbby Nasution, yang merupakan menantu dari Presiden ke-7 Joko Widodo.

Namun sebelum masa berakhirnya jabatan sebagai walikota Medan, Akhyar sempat terjangkit virus Covid-19 yang mewabah hingga sampai saat ini. Untungnya, ia berhasil sembuh dan dapat kembali menjalankan aktivitas berpolitiknya.

Pasca kelengserannya sebagai walikota Medan, Akhyar Nasution kemudian diterima dengan baik sebagai anggota baru dari partai oposisi, yakni Partai Demokrat dan PKS.